Bendera Putih Huawei, Honor, dan Matebook

Padahal tengah tahun lalu, Huawei baru aja nyalip Samsung di nomor 2 global market share smartphone. Lanjut, cita-cita mereka nyalip Samsung tahun depan. TAPI minggu kemarin, berawal dari ketakutan Trump bahwa Huawei dapat dipakai pemerintah China untuk memata-matai warganya, akhirnya mereka dilarang kerja sama dengan perusahaan US (Google, Microsoft, prosesor-ARM) lalu juga dikeluarkan dari aliansi Wi-Fi dan kartu SD. Huft.

Sebenarnya di China sana, Google (search, maps, assistant, youtube) sudah di-block kok. Dan juga Huawei uda siapin OS sendiri (Ark OS), prosesor sendiri (HiSilicon). Tapi kalau di luar China? Saya tidak yakin akan sukses.

Meski yang uda pakai ponsel Huawei sekarang minim sekali efeknya (cuma harga jual kembali turun drastis dan tidak dapat update ke Android Q). Mari berharap Trump batalin keputusannya mirip kasus ZTE tahun lalu karena menurut saya cuma Huawei, Android flagship smartphone yang dapat bersaing ketat dengan Samsung.

Advertisements
Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Hoax

Gampang percaya dengan screenshot?
Mungkin ada baiknya dicek ulang 🙂
Karena cukup ketik ‘javascript:document.body.contentEditable=’true’; document.designMode=’on’; void 0′. Berita langsung bisa diubah tanpa perlu skill Photoshop.
“javascript:” diawal harus ketik manual, karena kalau paste pasti otomatis dibuang sama browser.
Video dapat dicek di Instagram @ClickSkyTech
Posted in How To | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vivo V15 Pro

Vivo V15 Pro.
Minggu kemarin sudah dengan Oppo F11 Pro, kali ini saudara kembarnya, Vivo V15 Pro. Cuma beda kamera depannya sudah 32 MP (F11 Pro ‘cuma’ 16 MP) dan fingerprint sensornya juga di bawah layar (F11 Pro di bodi belakang), makanya harganya 500 ribu lebih mahal.
Impresi singkat:
-Warna Oppo dan Vivo belakangan ini memang hampir semuanya eye-catching jadi berkesan ‘flagship’.
-Layar tipe FULL tanpa ‘poni’ atau ‘jerawat’, meski sedikit lebih kecil daripada Oppo F11 Pro tapi sudah Super AMOLED.
-Hasil foto cukup oke meski kurang di hasil video, terutama suaranya.
-Cukup ngebut karena sudah pakai Snapdragon 675 (penerus 660).
-Yang tadinya menggunakan Android, perlu adaptasi menggunakan user interface-nya karena mirip iOs, semua apps di depan.
Video di Instagram @clickskytech ya.
Posted in Reviews | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Oppo F11 Pro

Kalau tahun lalu Oppo merilis flagship-nya, Find X, yang pakai sliding camera. Tahun ini di kelas menengah, mereka merilis F11 Pro, pakai sliding camera juga.
Impresi singkat:
-Meski bodi belakangnya dari plastik (bukan dari kaca) tapi karena ada gradien tiga warnanya itu jadi berasa premium.
-Bodi berasa premium meski belakangnya ternyata plastik.
-Layar full touch screen, ga ada poni-poni-an. Luas pula hampir 6.6 inci.
-Cukup ngebut karena uda pakai Helio P70.
-Kualitas kamera belakang keren. Meski resolusi asli 12MP tapi pakai teknologi ‘Quad-Bayer’ bisa jadi 48MP.
-Sayang belum ada NFC di harga segini.
Meski harganya sudah tembus 5 juta tapi ini hp termurah yang layarnya uda full + kameranya uda tipe sliding.
Posted in Reviews | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Foldable phone. Apaan lagi tuh? Perlukah?

Mirip Motorola RAZR jaman dulu yang hype banget, kali ini Samsung, Huawei, dan Royole (ini brand baru) ngerilis hp lipat kekinian, bisa jadi hp bisa juga jadi tablet dari 1 device.
.
Tapi yang masih butuh pengujian lebih lanjut, engselnya apa kuat ya dilipat-dibuka-dilipat-dibuka-repeat puluhan kali tiap harinya. Belum lagi rentan kepentok, kemasukan debu, kecipratan air.
.
Dan juga harganya yang tembus 30 juta rupiah, yang dengan budget yang sama bisa buat beli Dell XPS 13″ + Xiaomi Pocophone (tenang saya tidak akan bilang bisa beli motor kok karena ini beda segmen).
.
Saya rasa inovasi hp lipat ini masih butuh waktu di tahun depan untuk sampai lebih ‘masuk akal’ dipakai.
Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Samsung Galaxy S10 Plus

Samsung Galaxy S10 Plus.
Kalau S9 Plus itu seperti S8 Plus dengan tambahan satu kamera. Nah S10 Plus ini seperti S9 Plus dengan tambahan satu kamera lagi (mode ‘ultra-wide’). Jadi total tambahan dua kamera belakang kalau Anda upgrade dari S8 Plus.
Impresi singkat:
-Desain modern, bukan poni ala Apple atau tetesan air ala Oppo/Vivo, tapi ‘punch-hole’, begitu aktifin kamera depan ada sedikit efek yang buat saya itu keren (video di IG: @clickskytech)
-Bodinya premium dan warna-warna-nya eye-catching.
-Dari jaman S8 ke sini, layar Samsung terbaik sih ya.
-Kualitas foto juga dapat rating tertinggi dari DxoMark, meski di mode ultra-wide belum ada auto-focus.
-Sempat nyoba fingerprint reader-nya kok malah lebih bagus di Vivo V11 ya, mungkin akan ada software update.
Ada versi ‘murah’ dari S10 Plus ini, yaitu S10 (tanpa plus). Ukuran dan baterai sedikit lebih kecil, kamera depan cuma satu.
Posted in Reviews | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment