Android vs. iOs? Windows vs. MacOs?

Harus memilih..

Memilih Android atau iOs? Windows atau MacOs?

Saya coba membandingkan spesifikasi S21 yang baru rilis beberapa waktu lalu dengan iPhone 12 Pro Max melalui brosurnya saja. Terlihat S21 ini jauh lebih unggul dan harga juga lebih ‘murah’:

  • Resolusi layar lebih tinggi jadi nonton Netflix bisa lebih detil
  • Uda always-on pula, ga perlu sentuh layar cuma buat liat ada WA masuk atau engga
  • RAM 16 GB (wait ini laptop atau smartphone dah)
  • Kamera tipe wide-nya tembus 108 MP, ini mau cetak spanduk kali
  • Mau unlock hp bisa cuma taro jari
  • Dan bisa stylus (khusus versi Ultra)

Begitu juga dengan Asus ProArt StudioBook Pro 17 misalnya dengan Macbook Pro 16 inch, laptop Asus lebih unggul dan tentu lebih ‘murah’ juga:

  • Layar 17 inci, Macbook ‘cuma’ 16 inci
  • Prosesor uda pake Intel Xeon jadi mirip server ya
  • Dual SSD, Macbook ‘cuma’ bisa satu
  • Dan yang pasti ga pelit colokan, mulai dari HDMI, SD card reader. Ga perlu dongle-dongle-an

TAPI sebenarnya buat apa sih kita bayar lebih buat beli iOs atau MacOs? Kan di brosur, spek-nya ketinggalan jauh?

  1. APLIKASI. Di iOs/MacOs, semua aplikasi yang ada di App Store pasti sudah tersaring ketat jadi bebas virus dan dipastikan berjalan mulus. Coba iseng ketik Whatsapp di Play Store-nya Android, muncul banyak yang ‘aneh’aneh’. Makanya di Android/Windows perlu tambahan install antivirus, belum lagi per bulan harus jalanin system maintenance, software update, driver update, dll. Uda gitu aja masih suka panas sendiri. Tapi kalau suka apps bajakan (Spotify premium, Youtube premium, dll) pakai Android sih pilihan tepat karena semuanya ada dan gratis tis tis.
  2. JAMINAN UPDATE YANG LAMAAA. iOs versi terbaru masih bisa di-install di iPhone 6s yang rilis 2015. Di 2015, Samsung rilis S6, andai sekarang Anda masih pakai S6 maka mentok di Android 8 keluaran 2017 (4 tahun lalu). Bayangin masih pake iPhone 6s tapi bisa nikmatin widget di home screen. Begitu juga MacOs BigSur masih bisa di-install di Macbook Air keluaran 2013 (8 tahun lalu).

Jadi meski lebih mahal tapi bisa relatif lebih lama juga dipake-nya 🙂

Whatsapp vs. Telegram

Ku berubah, kau pun berubah…

Whatsapp (apps yang pasti kita pakai tiap hari ini) baru aja update policy-nya baru-baru ini. Dan kalau diperhatikan di bagian bawah kalimatnya cukup lugas “kalau kita sebagai user ga masalah data kita dibagiin ke Facebook yauda pakai aja kayak biasa atau ya silahkan CARI aplikasi lain”.

Halaman policy-nya sendiri ada 8000 halaman penuh jargon-jargon asing (yah kayak policy apps-apps lainnya). Intinya sih Whatsapp bakal bagi data kita kayak lokasi, level batere, IMEI, provider, nama grup, status, profile photo, dll ke Facebook dengan tujuan agar Facebook bisa bikin iklan yang ditampilin ke kita lebih ‘sesuai’ ke kita.

Buat yang bermasalah dengan hal-hal di atas, bisa iseng nyoba apps messaging lain yang lebih banyak fitur tapi tetep aman, yaitu Telegram:

  • Member grup bisa sampai 200.000 (WA cuma 256)
  • Bisa pinned chat meski di grup (di WA kan cuma bisa di personal aja)
  • Mute SEMUA grup (WA harus satu per satu)
  • Ada di iPad
  • Bisa sembunyikan nomor ponsel, bahkan bisa buat username sendiri
  • Fitur poling
  • Bisa edit pesan meski uda dikirim
  • Bisa kirim file sampai 1.5 GB

Atau belakangan rame juga apps Signal (bahkan Elon Musk juga ikut nyaranin pakai apps ini) tapi sekilas sih fitur Telegram masih lebih banyak.

Titik cerah dari pemerintah untuk teman-teman UMKM feat. Gerry Daniel Marpaung

Virtual product launch, gimana caranya? feat. Adelia Delz

Daftar Shortcut Zoom

View this post on Instagram

Daftar shortcut Zoom.

A post shared by Click Sky Tech (@clickskytech) on

Kenapa TikTok begitu adiktif?

View this post on Instagram

Kenapa TikTok begitu adiktif?

A post shared by Click Sky Tech (@clickskytech) on

%d bloggers like this: