Netflix, Prime Video, HBO Now, Viu, Hooq, atau Iflix?

Masing-masing punya variasi harga dan konten ekslusif.

NETFLIX. Rp 169.000 per bulan per 4 akun. Konten ekslusif: Black Mirror, Stranger Things, dan masih banyak variasi konten mulai dari dokumenter dan reality show. Dan juga bisa dijalankan dari gadget, konsol, dan TV. Sayangnya diblock Telkomsel dan Indiehome, harus pakai VPN.

PRIME VIDEO. Rp 130.000 per bulan per 1 akun. Konten ekslusif: Homecoming, The Marvelous, dan banyak konten HBO bisa ditonton sebenarnya menggunakan Prime Video ini. Sayangnya lagi-lagi diblokir Telkomsel dan Indihome, harus pakai VPN.

HBO NOW. Rp 210.000 per bulan 1 akun. Konten ekslusif: Game of Thrones (siapa coba yang ga tau ini?). Masih sama seperti dua streaming di atas, HBO ini diblokir Telkomsel dan Indiehome, harus pakai VPN.

VIU. Rp 30.000 per bulan per akun. Kalau hobi drama/serial/variety show/talk show/music perfomance/awards Korea di sini surganya.

HOOQ. RP 50.000 per bulan per akun TAPI ada tambahan Rp 22.400 per film yang ingin kita tonton. Kalau hobi menonton film Indo, di sini surganya. Btw ini kerja sama langsung sama Telkomsel dan Indiehome jadi tidak kena blokir (ya iyalah ya).

IFLIX. Rp 39.000 per bulan bahkan gratis untuk pengguna Indiehome, Indosat, dan XL. Tapi ya kontennya paling sedikit dibanding lainnya.

Di luar keenam streaming di atas masih ada Disney+, AT&T, Apple TV, Vudu, dll. Apalagi franchise Marvel, Pixar, dan LucasFilm akan jadi konten ekslusif-nya Disney+.

Rekomendasi? download film aja via Torrent! Ahaha engga lah. Tergantung kebutuhan kan, sejauh ini sih NETFLIX yang paling worth it baik dari sisi harga maupun konten ekslusif 🙂

 

Advertisements
Posted in Reviews | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Qualcomm vs MediaTek

Cuma Samsung dan Huawei yang memproduksi prosesornya sendiri. Brand lain kalau engga pakai Snapdragon ya Mediatek. Sebenarnya apa keunggulan dan kekurangan dari dua prosesor ini sih?

Sejak 2017, Qualcomm modif sendiri CPU nya agar lebih ngebut tapi juga sekaligus agar lebih hemat baterai. Sementara MediaTek hanya menggunakan CPU standard bawaan. Selain itu Qualcomm juga sudah mengakuisisi divisi kartu grafis mobile-nya AMD makanya GPU Adreno milik mereka juga lebih ngebut (btw Adreno itu anagram dari Radeon ya, kartu grafisnya AMD) daripada GPU Mali milik MediaTek.

Kekurangan besar lainnya hp berprosesor MediaTek adalah meski kebanyakan lebih terjangkau tapi ya system update-nya mentok di versi ketika kita beli. Hal ini dikarenakan source code nya tertutup dari pabriknya tidak seperti Qualcomm.

Tambahan info, buat yang bingung penamaan tipe prosesor Qualcomm itu sekelas MediaTek tipe apa, berikut datanya, mulai dari paling atas = paling ngebut sampai paling bawah = paling budget. Ibarat kalau di prosesor laptop itu ada i7, i5, dan i3.

Qualcomm Snapdragon 845 vs MediaTek Helio X30
Qualcomm Snapdragon 670 vs MediaTek Helio P60
Qualcomm Snapdragon 439 vs MediaTek Helio A22

Kalau di laptop ada prosesor Celeron, sebenarnya di MediaTek juga ada kelas “sangat-budget ini”, yaitu MediaTek 6739.

Jadi kalau memang budget terbatas silahkan pilih MediaTek, tapi kalau mau dapat system update yang lama silahkan pilih Qualcomm.

Image via @androidauthority

Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Harga HP kok makin kesini makin mahal ya?


Dulu hp di atas 15 juta itu bodinya dari kulit, batu ruby atau batu safir. Sekarang hp dengan harga segitu uda dianggap normal. Contoh iPhone XS Max 512 GB aja uda nyentuh 24 juta.

Ga cuma di model premium, tapi juga mid-end ikutan naik harganya. iPhone XR lebih mahal 8% daripada iPhone 8 rilis tahun lalu (atau 17% lebih mahal daripada iPhone 7 rilis dua tahun lalu).

Apple bisa dibilang ponsel “normal” yang pertama kali nyentuh harga 15 juta, netizen nyinyir ini itu tapi sekaligus langsung jadi hp Apple paling laku tahun kemarin. Apple jelas melakukan hal ini buat bikin “kelas” sendiri di antara flagship lainnya.

Salah satu faktor kenaikan harga yang tinggi ini juga dikarenakan adanya permintaan memori internal yang terus makin tinggi. Wajar sih produsen cukup tambah ongkos produksi sekitar 300 ribu rupiah (misal kenaikan dari internal 64 GB ke 128 GB) tapi bisa dijual beda 1 juta rupiah (margin: 700 ribu rupiah). Makanya banyak brand menjual “internal kita gede lho”, karena itu “inovasi” paling murah tapi harga jual bisa jauh meningkat.

Tapi sementara flagship terus berlomba menaikkan harga, sebenarnya buat yang ingin punya hp model flagship dengan budget 2 jutaan, Xiaomi Mi A2 lite sudah cukup kok (mirip banget sama iPhone X) :p

Image via @cnet

Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Bikin Sticker Whatsapp Sendiri

Lagi nge-tren bikin sticker Whatsapp sendiri, langsung aja begini caranya (btw so far baru bisa di Android ya):

1. Download Background eraser. Sesuai namanya app ini untuk hapus background foto. Pilih “Load a Photo”, pakai aja fitur “Auto”, pilih “Save”.

2. Download PicsArt. App ini untuk tambah kata-kata. Pilih “+”, pilih foto yang telah kita hapus tadi background-nya, pilih “text”, pilih “Save”.

3. Download Personal Stickers for Whatsapp. App ini untuk masukkan ke Whatsapp. Tinggal pilih “add” saja.

Posted in How To | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengapa Xiaomi Worth It Banget di Tiap Range Harga?

Bro, pilih hp yang paling worth-it-to-buy tuh apa ya? Saya pasti menjawab dengan Xiaomi.

Sebenarnya jawabannya ga segampang itu sih ya, kan tergantung kebutuhan juga, tapi kalau prestise nomor 1 ya ada Apple atau Samsung. Tapi kalau paling worth it ya pasti Xiaomi.

Ada 2 faktor menurut saya yang membuat Xiaomi ini pasti jadi top 5 hp terlaris tiap tahunnya:

1. Harga murah. CEO Xiaomi (Lei Jun) sendiri sudah bilang bahwa akan mengambil margin laba cuma 5% (setelah pajak) dari biaya produksi. Lima tahun pertama berdirinya, Xiaomi mengalokasikan dana nol untuk marketing, advertising, dan distribution. Kebanyakan brand lain memasang harga 2x dari modal.

2. Komunitas. Mungkin hanya ada 2 brand ponsel yang punya fans fanatik, Apple dan Xiaomi. Kalau Apple lebih individualistis, Mi Fans (begitu mereka menyebutnya) lebih sering ngumpul-ngumpul. Dan ini juga terjadi di global bukan hanya di Indo. Interaksi sesama anggota berawal dari forum online, berlanjut ke media sosial, kemudian kopdar di tiap peluncuran produk Xiaomi (mulai dari Redmi 1S di tahun 2014).

Mungkin 2 faktor barusan yang tidak dimiliki brand teknologi lain ya.

Image via @xiaomiindonesia

Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

iPad Baru Makin Mirip Laptop

Akhirnya iPad baru makin mirip laptop. Karena Apple melengserkan port lightning dan menggantinya dengan port USB-C, jadi bisa terhubung langsung ke keyboard, mouse, monitor yang lebih besar, flash disk, hard disk eksternal, microSd reader, kamera, atau device lainnya.

Meski sebenarnya sudah lama Apple memakai port ini di Macbook, tapi di jajaran iPad baru kali ini. Mungkin iPhone selanjutnya juga akan pakai ini kali ya.

Image via @CBSInteractive

 

 

Posted in Article | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment