Galaxy S, dari masa ke masa.

S1, 5.5 juta, rilis Maret 2010, meski RAM-nya cuma 512MB tapi uda paling ngebut di jamannya bahkan daripada iPhone 3G. Rilis di Android 2.1 mentok dapet update di 2.3.

S2, 7.7 juta, rilis setahun kemudian, pertama kalinya pakai prosesor Qualcomm. Sebenarnya di global rilis beberapa versi yang bikin bingung buat nebak ini versi yang mana ya. Ada versi yang punya tombol home di depan, dua tombol kapasitif di kiri kanan. Ada juga yg 4 tombol kapasitif. Tapi yang masuk Indo, yang versi pertama. Rilis di Android 2.3 mentok dapet update di 4.1.

S3, 8.5 juta, pertama kalinya penjualan seri S-nya Samsung lebih ‘tokcer’ daripada iPhone. Rilis di Android 4 mentok dapet update di 4.4.

S4, 9 juta, ponsel Samsung paling laris sampai detik ini (bahkan ponsel Android terlaris juga sampai detik ini). Padahal design mirip S3 bahkan FM Radio uda mulai hilang ditambah makin banyakanya apps ga penting. Salute! Rilis di Android 4.2 mentok dapet update di 5.

S5, 9 juta, terakhir kalinya seri S pakai back case dari bahan plastik jadi bisa copot baterai. Tapi pertama kalinya bisa unlock ponsel pakai sidik jari. Rilis di Android 4.4 mentok dapet update di 6.

S6, 10.5 juta, karena penjualan S5 ga sebagus S4 sebelumnya, S6 ini harus keliatan premium, akhirnya pertama kalinya pakai layar lengkung . Meski jadi ga tahan air dan slot MicroSd hilang. Terus juga ya karena harganya tergolong ‘over-priced’ tetep ga bisa nyalip penjualan bahkan S5 sekalipun. Rilis di Android 5 mentok dapet update di 7.

S7, 11 juta, di seri ini balik lagi jadi bisa tahan air dan ada slot MicroSd. Rilis di Android 6 mentok dapet update di 8.

S8, 12 juta, isu Gal Note 7 meledak sampai dilarang di aiport bikin penjualan seri ini sedikit melempem. Belum lagi letak sensor sidik jari buat unlock ponsel deket banget sama kamera di S8 ini bikin penjualan makin anjlok. Rilis di Android 7 mentok dapet update di 9.

S9, 12 juta, di S9 ini, sensor sidik jari jadinya di bawah kamera belakang (bukan di samping lagi kayak di S8) jadi ga sering salah sentuh. Tapi tetep sih karena model depan ga beda jauh sama S8, penjualan makin turun di seri ini (dari seri S6, turun teroos). Rilis di Android 8 mentok dapet update di 10.

S10, 14 juta, pertama kalinya pakai model ‘tompel’ buat kamera depan, dan juga sensor sidik jari pindah ke layar. Seri S terakhir yang dibilang paling LENGKAP (ada colokan headphone, microSD, dan tahan air). Rilis di Android 9 mentok dapet update di 12.

S11, ehhh S20, 16.5 juta, yap lompat jauh, yang pakai S10 langsung berasa ketinggalan banget. Di seri ini, colokan headphone uda mulai ga ada. Di akhir 2020, rilis S20FE, jauh lebih laris dari S20, S20 Plus, atau S20 Ultra. Jelas sih, ini worth it banget (bodi dan prosesor sama persis cuma beda di kamera). Rilis di Android 10 mentok dapet update di 13.

S21, 17 juta, di seri ini (selain colokan headphone yang uda hilang kayak di S20), microSD juga hilang, dan ga ada charger di dus. Selain versi Ultra juga semua layarnya uda balik lagi ke ‘flat’ ga ada lengkung-lengkung. Rilis di Android 11 mentok dapet update di 14.

Android vs. iOs? Windows vs. MacOs?

Harus memilih..

Memilih Android atau iOs? Windows atau MacOs?

Saya coba membandingkan spesifikasi S21 yang baru rilis beberapa waktu lalu dengan iPhone 12 Pro Max melalui brosurnya saja. Terlihat S21 ini jauh lebih unggul dan harga juga lebih ‘murah’:

  • Resolusi layar lebih tinggi jadi nonton Netflix bisa lebih detil
  • Uda always-on pula, ga perlu sentuh layar cuma buat liat ada WA masuk atau engga
  • RAM 16 GB (wait ini laptop atau smartphone dah)
  • Kamera tipe wide-nya tembus 108 MP, ini mau cetak spanduk kali
  • Mau unlock hp bisa cuma taro jari
  • Dan bisa stylus (khusus versi Ultra)

Begitu juga dengan Asus ProArt StudioBook Pro 17 misalnya dengan Macbook Pro 16 inch, laptop Asus lebih unggul dan tentu lebih ‘murah’ juga:

  • Layar 17 inci, Macbook ‘cuma’ 16 inci
  • Prosesor uda pake Intel Xeon jadi mirip server ya
  • Dual SSD, Macbook ‘cuma’ bisa satu
  • Dan yang pasti ga pelit colokan, mulai dari HDMI, SD card reader. Ga perlu dongle-dongle-an

TAPI sebenarnya buat apa sih kita bayar lebih buat beli iOs atau MacOs? Kan di brosur, spek-nya ketinggalan jauh?

  1. APLIKASI. Di iOs/MacOs, semua aplikasi yang ada di App Store pasti sudah tersaring ketat jadi bebas virus dan dipastikan berjalan mulus. Coba iseng ketik Whatsapp di Play Store-nya Android, muncul banyak yang ‘aneh’aneh’. Makanya di Android/Windows perlu tambahan install antivirus, belum lagi per bulan harus jalanin system maintenance, software update, driver update, dll. Uda gitu aja masih suka panas sendiri. Tapi kalau suka apps bajakan (Spotify premium, Youtube premium, dll) pakai Android sih pilihan tepat karena semuanya ada dan gratis tis tis.
  2. JAMINAN UPDATE YANG LAMAAA. iOs versi terbaru masih bisa di-install di iPhone 6s yang rilis 2015. Di 2015, Samsung rilis S6, andai sekarang Anda masih pakai S6 maka mentok di Android 8 keluaran 2017 (4 tahun lalu). Bayangin masih pake iPhone 6s tapi bisa nikmatin widget di home screen. Begitu juga MacOs BigSur masih bisa di-install di Macbook Air keluaran 2013 (8 tahun lalu).

Jadi meski lebih mahal tapi bisa relatif lebih lama juga dipake-nya 🙂

Whatsapp vs. Telegram

Ku berubah, kau pun berubah…

Whatsapp (apps yang pasti kita pakai tiap hari ini) baru aja update policy-nya baru-baru ini. Dan kalau diperhatikan di bagian bawah kalimatnya cukup lugas “kalau kita sebagai user ga masalah data kita dibagiin ke Facebook yauda pakai aja kayak biasa atau ya silahkan CARI aplikasi lain”.

Halaman policy-nya sendiri ada 8000 halaman penuh jargon-jargon asing (yah kayak policy apps-apps lainnya). Intinya sih Whatsapp bakal bagi data kita kayak lokasi, level batere, IMEI, provider, nama grup, status, profile photo, dll ke Facebook dengan tujuan agar Facebook bisa bikin iklan yang ditampilin ke kita lebih ‘sesuai’ ke kita.

Buat yang bermasalah dengan hal-hal di atas, bisa iseng nyoba apps messaging lain yang lebih banyak fitur tapi tetep aman, yaitu Telegram:

  • Member grup bisa sampai 200.000 (WA cuma 256)
  • Bisa pinned chat meski di grup (di WA kan cuma bisa di personal aja)
  • Mute SEMUA grup (WA harus satu per satu)
  • Ada di iPad
  • Bisa sembunyikan nomor ponsel, bahkan bisa buat username sendiri
  • Fitur poling
  • Bisa edit pesan meski uda dikirim
  • Bisa kirim file sampai 1.5 GB

Atau belakangan rame juga apps Signal (bahkan Elon Musk juga ikut nyaranin pakai apps ini) tapi sekilas sih fitur Telegram masih lebih banyak.

Titik cerah dari pemerintah untuk teman-teman UMKM feat. Gerry Daniel Marpaung

Virtual product launch, gimana caranya? feat. Adelia Delz

Daftar Shortcut Zoom

View this post on Instagram

Daftar shortcut Zoom.

A post shared by Click Sky Tech (@clickskytech) on

%d bloggers like this: