Vivo V15 Pro

Vivo V15 Pro. Minggu kemarin sudah dengan Oppo F11 Pro, kali ini saudara kembarnya, Vivo V15 Pro. Cuma beda kamera depannya sudah 32 MP (F11 Pro ‘cuma’ 16 MP) dan fingerprint sensornya juga di bawah layar (F11 Pro di bodi belakang), makanya harganya 500 ribu lebih mahal. Impresi singkat: -Warna Oppo dan Vivo belakangan iniContinue reading “Vivo V15 Pro”

Vivo V11 Pro

Edisi mencolek Vivo V11 Pro. Produsen pertama yang memakai sensor fingerprint di bawah permukaan layar nih. Dan tes singkat sih berasa lumayan cepat, di forum sih banyak yang bilang kalau sudah ditempel antigores akan sedikit berkurang sensitifitasnya. Impresi singkat: -Bodi gelas bewarna gradien (ini eye-cathching sih) dikelilingi plastik berasa sedikit licin ketika dipegang. -Layar S-AMOLEDContinue reading “Vivo V11 Pro”

Samsung?

Sampai akhir 2018, setidaknya akan ada lima ponsel “borderless” dari China (Vivo Nex, Honor Magic 2, Xiaomi Mix3, Lenovo XXX, dan Oppo Find X). Beberapa menggunakan form factor berupa sliding-camera, tapi dipastikan semuanya tanpa notch (poni) ala-ala Apple. Penasaran, Samsung selanjutnya mau buat apa ya? Image via @ice_universe_

Mitos makin besar megapixel, makin bagus

Tentu masih ingat beberapa tahun lalu, tepatnya pertengahan 2012, Nokia merilis 808 PureView yang punya kamera belakang beresolusi 41 MP. Meski benar-benar beresolusi sebesar itu tapi hasilnya tetap lebih bagus ponsel lain yang “cuma” 8MP pada saat itu. Mengapa bisa begitu? Sebenarnya para produsen ponsel ingin menciptakan persepsi bahwa semakin tinggi resolusi = semakin bagusContinue reading “Mitos makin besar megapixel, makin bagus”